Mau tau nama koreamu??

Mau tau nama korea kalian????
begini neeh caranya

Caranya :

1. Nama depan adalah angka terakhir pada tahun kelahiran kamu /
Your first name is your last number of your year of birth:

Contoh:
1977 => 7 = Lee

0: Park
1: Kim
2: Shin
3: Choi
4: Song
5: Kang
6: Han
7: Lee
8: Sung
9: Jung

2. Nama tengah adalah bulan kelahiran kamu /
Your Middle name is your month of birth:

Contoh: Februari => 2 = Ji

1: Yong
2: Ji
3: Je
4: Hye
5: Dong
6: Sang
7: Ha
8: Hyo
9: Soo
10: Eun
11: Hyun
12: Rae

3. Nama belakang adalah tanggal kelahiran kamu /
Your last name is your date of birth:

Contoh: 23 = Ki

1: Hwa
2: Woo
3: Joon
4: Hee
5: Kyo
6: Kyung
7: Wook
8: Jin
9: Jae
10: Hoon
11: Ra
12: Bin
13: Sun
14: Ri
15: Soo
16: Rim
17: Ah
18: Ae
19: Neul
20: Mun
21: In
22: Mi
23: Ki
24: Sang
25: Byung
26: Seok
27: Gun
28: Yoo
29: Sup
30: Won
31: Sub

Sebagai contoh,

pake tanggal lahir gw adalah 26 november 1990,

pake tanggal lahir sendiri biar ada yg ngado waktu ultah (ngarep mode on),

26 november 1990 yang berarti nama korea gw adalah

Park  Hyun Seok   (Lumayanlah..)

Advertisements

Comments (7) »

Kepada kamu, Dengan penuh kebencian.

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian

Ini puisi yang gw baca di blognya radityadika, puisi ini diambil dari buku kumpulan puisi tapi judul dari bukunya sendiri gw lupa.

Best recommended buat dibaca karena jujur apa yang digambarin di puisi ini, hampir semua ngena di kehidupan gw, Hahaha…

Comments (3) »